Lewati ke konten utama
Registrasia

QR Code, RFID, atau NFC? Memilih Metode Check-in Acara.

Ketiganya sama-sama mencatat siapa yang datang. Bedanya ada di apa yang dibawa tamu, apa yang perlu Anda siapkan, dan berapa kali tamu perlu dicek selama acara.

7 Oktober 2026 · 2 MENIT BACA

QR Code

Setiap tamu menerima kode unik lewat WhatsApp atau email setelah mendaftar. Di lokasi, tamu menunjukkan kode itu dari ponsel atau dari undangan cetak, lalu petugas memindainya dengan tablet atau scanner.

QR Code tidak butuh kartu atau gelang, jadi tidak ada media fisik yang perlu dibuat dan dibagikan. Tamu juga sudah terbiasa dengan cara ini, sehingga hampir tidak perlu dijelaskan.

  • Cocok untuk acara yang tamunya mendaftar lebih dulu dan dicek sekali di pintu masuk.
  • Siapkan pencarian nama sebagai cadangan, untuk tamu yang ponselnya mati atau kodenya tidak ketemu.
  • Minta tamu menyimpan tangkapan layar kodenya, supaya tidak bergantung pada sinyal di lokasi.
QR check-in event

RFID

Tamu membawa kartu, badge, atau gelang berisi chip. Reader membacanya dari dekat tanpa harus diarahkan tepat ke kode, jadi tamu cukup lewat atau menempelkan badge.

Karena kartu atau gelangnya harus dibagikan lebih dulu, RFID biasanya tetap diawali satu titik registrasi. Kelebihannya terasa setelah itu, ketika tamu perlu dicek berkali-kali.

  • Cocok untuk acara beberapa hari, acara dengan banyak sesi atau ruangan yang kehadirannya dihitung, dan area terbatas seperti VIP.
  • Perhitungkan biaya dan waktu menyiapkan kartu atau gelang.
  • Tentukan apa yang terjadi kalau kartu hilang atau tertinggal.
Registrasi event RFID

NFC

NFC adalah jenis RFID yang bekerja pada jarak sangat dekat, cukup diketuk. Bedanya, ponsel juga bisa memakai NFC. Tiket bisa disimpan di Apple Wallet atau Google Wallet, lalu tamu cukup mengetukkan ponselnya.

NFC cocok kalau Anda ingin pengalaman masuk yang terasa modern tanpa membagikan kartu, atau kalau badge acara memang sudah berisi chip NFC.

Pertanyaan untuk memilih

Jawab beberapa pertanyaan ini, dan pilihannya biasanya jadi jelas.

  • Tamu dicek sekali di pintu, atau berkali-kali di setiap sesi dan ruangan?
  • Acaranya sehari, atau beberapa hari?
  • Apakah semua tamu mendaftar lebih dulu, atau ada yang datang langsung?
  • Apakah tamu perlu badge fisik selama acara?
  • Apakah ada anggaran untuk kartu atau gelang?

Tidak harus memilih satu

Banyak acara menggabungkan metode. Misalnya QR Code untuk masuk pertama kali, lalu badge yang dicetak saat itu berisi chip RFID untuk sesi-sesi berikutnya. Atau QR Code untuk tamu umum, dan kartu RFID untuk tamu VIP.

Apa pun metodenya, siapkan selalu cara cadangan. Pencarian nama di tablet adalah cadangan paling sederhana, dan sistem yang baik tetap bisa mencatat kehadiran walau internet di lokasi terputus.

Sistem check-in event

Pertanyaan Umum

Apakah QR Code bisa dipalsukan atau dipakai dua kali?

Setiap tamu mendapat kode unik yang terhubung ke datanya. Saat dipindai, sistem mencocokkan kode dengan daftar tamu dan menandai kode yang sudah dipakai, jadi kode yang sama tidak bisa masuk dua kali.

Apakah tamu perlu memasang aplikasi?

Tidak. QR Code dikirim lewat WhatsApp atau email, dan tiket NFC disimpan di Apple Wallet atau Google Wallet yang sudah ada di ponsel.

Mana yang biayanya lebih rendah?

QR Code umumnya paling hemat karena tidak ada media fisik. RFID dan NFC berbasis kartu atau gelang menambah biaya media, yang sebanding kalau tamu perlu dicek berkali-kali.

WhatsApp